Atlet Pensiun yang Beralih Menjadi Pemain Casino Tetap. Pensiun dari olahraga profesional sering meninggalkan kekosongan besar: adrenalin hilang, jadwal longgar, dan kompetisi sehari-hari berubah jadi rutinitas biasa. Bagi sebagian atlet, casino—terutama poker—jadi pengganti sempurna. Di 2025, dengan turnamen global yang makin bergengsi dan platform online yang mudah diakses, lebih banyak mantan bintang olahraga beralih jadi pemain tetap. Mereka bawa disiplin lapangan ke meja hijau, tapi tak luput dari risiko. Kisah-kisah ini tunjukkan transisi yang mulus sekaligus pelajaran berharga. INFO CASINO
Richard Seymour: Dari Super Bowl ke World Series of Poker: Atlet Pensiun yang Beralih Menjadi Pemain Casino Tetap
Mantan defensive end New England Patriots ini pensiun 2013 setelah 12 musim, termasuk tiga gelar Super Bowl. Kekosongan itu ia isi dengan poker, yang sudah jadi hobi sejak masa kuliah. Seymour tak main-main: ia langsung ikut World Poker Tour 2014 dan finis runner-up di acara $5.000 No Limit Hold’em, bawa pulang puluhan ribu dolar. Puncaknya 2019 di WSOP Main Event $10.000, di mana ia bertahan hingga hari ketiga dari 8.569 pemain, dapat $59.295. Kini, ia pemain tetap di sirkuit high-stakes, gabung Card Player Tour sebagai pro. “Poker seperti football: baca lawan, kelola risiko, dan tetap tenang di bawah tekanan,” katanya. Transisinya sukses karena mentalitas juara yang sama—fokus pada proses, bukan hasil instan.
Adrian Peterson: Running Back yang Jadi Bintang PokerGO: Atlet Pensiun yang Beralih Menjadi Pemain Casino Tetap
Legenda NFL ini, pensiun 2021 setelah karir brilian dengan Minnesota Vikings dan tim lain, temukan panggilan baru di poker. Peterson gabung Card Player Tour (CPT) sebagai pro, dan langsung jadi sorotan. Di CPT Championship 2024 di Las Vegas, ia finis keenam dari bidang ketat, untungkan bankroll-nya signifikan. Sebelumnya, ia sudah main turnamen kecil-kecilan selama off-season, tapi pensiun bikin ia full-time. “Di lapangan, saya baca pertahanan; di poker, baca bluff,” ujarnya. Dengan pengalaman 18 tahun di NFL, Peterson bawa disiplin fisik ke sesi maraton poker, hindari tilt dengan rutinitas meditasi. Kini, ia campur jadwal turnamen dengan endorsement, bukti transisi yang sehat dan menguntungkan.
Teddy Sheringham: Striker Inggris yang Kuasai Meja Eropa
Pahlawan Manchester United di final Liga Champions 1999 ini pensiun 2008 di usia 42. Langsung, ia lompat ke poker, mulai dari WSOP Europe 2009 di acara £10.000 No Limit Hold’em. Sheringham finis di uang dan lanjut ke turnamen reguler di Eropa, kumpul kemenangan lebih dari $100.000. Ia jadi pemain tetap di sirkuit UK dan EPT, sering main di London dan Barcelona. “Sepak bola ajarin saya timing; poker ajarin sabar,” ceritanya. Pensiunnya pas di era poker meledak, dan ia manfaatkan jaringan sepak bola untuk sponsor. Meski tak sebesar rekan NFL-nya, konsistensinya di meja kecil tunjukkan adaptasi cepat dari tim sport ke permainan individu.
Kesimpulan
Atlet seperti Seymour, Peterson, dan Sheringham bukti bahwa pensiun bukan akhir kompetisi—cukup pindah arena. Poker dan casino tawarkan tantangan mental yang mirip olahraga: strategi, ketahanan, dan kemampuan baca situasi. Di 2025, tren ini makin kuat dengan hadiah turnamen miliaran, tapi suksesnya tergantung disiplin—banyak yang gagal karena tak kendalikan ego. Bagi atlet pensiun, ini peluang baru untuk legacy, asal ingat: meja hijau tak punya peluit akhir. Jika Anda mantan atlet, coba tangan pertama—siapa tahu, jadi cerita selanjutnya.